Dan Lalu Senyap…. November 14, 2007
Posted by ciptabiru in Tidak terkategori.1 comment so far
Dua hari hanya tidur dua jam. Sungguh bukan pengalaman yang menyenangkan. Apalagi itu terjadi hanya dua hari menjelang tanggal yang sama dengan 28 tahun lalu saat aku pertama kali membuka mata melihat dunia.
Emang ngapain aja? Pertanyaan inilah yang sampai saat ini tak berhasil kujawab. Tidak bisa tidur. Kalau jawaban ini yang kuberikan, otomatis orang akan bilang ’ya iya lah’. Orang cuma tidur dua jam kok mau ngako bisa tidur. Kalo emang bisa tidur, pasti tidurnya nggak cuma dua jam.Kalau ku ingat-ngat, Aku memang memulai hari dengan buruk. Pukul 15.00 (aku memang biasanya menghitung perulaan hari dari jam ini. Soalnya jam bilogisku memang sudah berubah. Kerja malem membuat siang hari lebih banyak kumanfaatkan untuk beristirahat.) aku bangun dengan kepala berdenyut-denyut setelah tidur hanya satu jam. Aku tak begitu ingat sesiangan aku ngapain aja. Kalo nggak salah, pas pulang kantor pukul 03.00 pagi aku melihat kamarku sudah penuh orang. Temen-temen adikku tidur di situ. Alhasil aku nggak kebagian tempat tidur. Membaca akhirnya aku jadikan pelarian. Kebetulan waktu itu aku lagi menyelesaikan novel Deception Point-nya Dan Brown. Sampai pukup 05.30, mataku tak kunjung terpicing. Akhirnya aku memilih keluar dan menjemput sibungsu untuk berangkat ke sekolah.
Pulang nganter, tetep saja mataku nggak bisa kupejamkan. Melanjutkan membaca novel lagi-lagi menjadi pilihan. Begitu terus sampai pukul 11.00. Pas mata sudah mulai mengantuk, tiba-tiba datang temenku. Celakanya, dia mengajakku muter-muter. Mau nolak nggak enak. Akhirnya keluar dengan mata sembab. Jam 13.00 pulang, dan aku kembai melanjutkan membaca. Tak tahu jam berapa, aku terlelap. Perkiraanku mungkin sekitar pukul 14.30-an. Suara alarmlah yang kemudian membangunkanku untuk segera mencelat pergi ke GOR untuk liputan sepak bola.
Hujan, capek karena kurang tidur dan kaki yang sakit karena kedinginan membuat hati tambah bete. Apalagi sampe ke kanto,r ternyata listrik padam hanya setengah jam setelah aku menyalakan komputer. Alhasil tertimbunlah semua kutukan di ubun-ubunku. Jam 22.00, listrik baru bisa menyala. Kerjaan pun akhirnya molor. Pukul 04.00 baru bisa selesai. Celakanya saat pulang, aku sudah tidak bisa tidur. Seperti biasa, membaca kembali menjadi pelarian. Siangnya, kejadian sehari sebelumnya kembali terulang. Tak bisa tidur, temen datang ngajak muter-muter dan kali ini ditambah nonton film.
Rasa capek luar biasa sudah membuat aku menyerah. Akhirnya pukul 01.30 aku terlelap. Tepat 1.5 jam setelah pergantian tanggal. Aku melewatinya dengan kesenyapan. Tidak ada ucapan selamat ulang tahun. Tidak ada SMS. Hape aku matikan, e-mailpun tak kutengok. Aku juga tak punya orang yang kuharapkan untuk mengucapkannya. Tak ada seseorang yang aku anggap spesial kecuali dua adikku. Dan aku tahu mereka tak akan ingat hari ulang tahunku. Siang harinya baru kubuka hapeku. Ada Iin, Desi, Iid, Cenul dan dua nomor lain yang tidak aku tahu siapa pemiliknya. Di friendster, ada Toro, Imam dan Toto yang juga mengucapkannya. Thank you all guys!!
Aku tidak tahu apa maknanya ini. Tapi aku merasa ini akan menjadi awal kesunyianku yang panjang.