jump to navigation

Belajar Menjadi Muslim (lagi) Januari 10, 2008

Posted by ciptabiru in Umum.
add a comment

Hari ini aku memulai apa yang aku sebut sebagai sebuah perubahan. Ya, perubahan untuk menjadi muslim yang sesungguhnya. Hari ini adalah momen yang menurutku sangat tepat dan tak perlu untuk menunggu-nunggu apalagi menunda untuk melaksanakannya.
Ya, hari ini adalah hari pertama bulan Muharram. Yang artinya hari pertama di tahun 1429.
Subhanallah! Ternyata godaanya banyak banget. Sejak bangun pagi, godaan sudah mulai muncul. Mata yang tak terbiasa terpicing saat adzan subuh berkumandang membuatnya ingin selalu menutup. Tapi tekad sudah terucap, karena itu membuka mata kemudian menjadi kewajiban. Di hari-hari mendatang, kesulitan ini mungkin akan semakin bertambah karena mata selalu baru bisa memejam saat sepertiga malam sudah berjalan. Tapi ini harus diniatkan. Aku sudah terlalu lama menzalimi Allah. Hanya meminta, dan tak pernah memberikan hak-Nya. Hak untuk disembah. Hak untuk disebut namanya sepanjang waktu. Astaghfirulloha’adzim.
Ketika keluar rumah sekitar pukul tujuh pagi, aku langsung berucap syukur. Matahari membuat awan putih di ufuk timur berwarna jingga dan merah muda. Langit biru pun seolah membiaskan warna ungu. Subhanallah. Indah sekali. Sayang, ketika mata diarahkan ke jalanan, banyak sekali tubuh wanita berbalut pakaian ketat. Celana pendek yang mempertontonkan aurat seolah sudah menjadi hal biasa. Ya Allah, lindungi aku dari godaan syaiton yang terkutuk.
Siang hari, matahari bersinar sangat riang. Panasnya membuat sebagian orang yang berada di jalan menggerutu. Aku mencoba bersyukur. Tapi aku nyaris ditabrak oleh seorang pengandara sepeda motor yang ngebut di jalur Karanggude. Aku hampir marah dan mengumpat. Tapi kemudian aku ingat, ini hari baru. Aku sudah berjanji untuk tidak mengumpat. istighfar kemudian menyejukkan ubun-ubunku yang sempat memanas karena aliran darah yang didorong oleh adrenalinku.
Masih di siang hari, aku berniat mengembalikan sebuah pemberian yang aku yakin bukan untukku. Usai sholat dzuhur, dengan hati mantap aku memacu sepeda motorku. Tapi sampai di kantor yang kutuju, ternyata banyak sekali tamu. Aku takut apa yang kulakukan menimbulkan ria dan fitnah. Karena itu kuputuskan untuk menundanya. Aku lebih memilih ke kantor untuk menyelesaikan beberapa tulisan yang sempat tertunda empat hari kemarin karena sakit. Oya, sepanjang perjalananku, tubuh-tubuh wanita pengumbar aurat juga masih bertebaran di jalan, di toko, di lapangan, di warung, di sekolah dan di berbagai tempat. Masya Allah.
Sore hari, setelah mengantar ‘malaikat kecilku’, aku kecapean. Perutku semakin bertambah sakit akhir-akhir ini. Karena itu selesai sholat Asar, aku membaringkan diri. Untunglah ketika adzan maghrib berkumandang, aku berhasil bangun. Selesai mandi, sholat maghrib aku berangkat ke kantor. Dan di sinilah aku kini. Memelototi satu demi satu huruf tulisan wartawan Radar Banyumas.

Resolusi 1429 H Januari 10, 2008

Posted by ciptabiru in Umum.
add a comment

Selamat Tahun Baru !

Pagi ini, aku bisa bangun pagi. Subhanallah! Betapa cerah hari ini. Hari baru di tahun 1429 H. Aku menghirup udara pagi yang mulai menghangat oleh sapaan lembut fajar yang mulai mengintip di ufuk timur. Semburat warna jingga berpendar bertemu dengan birunya langit pagi. Allahu Akbar!

 

Aku mengucap syukur. Terima kasih ya Allah, hanya karena kemurahan-Mu, sampai detik ini aku masih bisa merasakan tanda-tanda kebesaran-Mu. Alhamdulillahirabbil‘alamin.

 

Tahun baru identik dengan resolusi. Karena itu, aku pun ingin membuat resolusiku sendiri. Sengaja baru kubuat kal ini, tidak sepuluh hari yang lalu. Karena aku ingin orang tahu, aku seorang Muslim.

Resolusiku tidak muluk-muluk. Tahun ini aku pengin :

-         Menghilangkan umpatan dari dari mulutku dan menggantinya dengan dzikir

-         Menjaga mata dari pandangan penuh nafsu

-         Mulai puasa rutin Senin-Kamis atau syukur bisa puasa ala Nabi Daud

-         Khatam Al-Qur’an 5 kali dalam setahun

-         Sholat tepat waktu, lebih baik lagi dengan berjamaah

-         Memperbaiki hubungan dengan keluarga

-         Kembali menerjemah

-         Menjauhi rizki yang tidak halal

Semoga Allah meluruskan jalanku di tahun ini dan tahun-tahun selanjutnya. Amin ya robbal ‘alamin