jump to navigation

Tentang Menepati Waktu Mei 18, 2008

Posted by ciptabiru in Umum.
1 comment so far

Saya suka heran dengan gaya para mahasiswa saat menggelar sebuah event. Mereka tuch kayaknya sibuuuuk…banget. Bolak-balik telpon ato sms. Udah gitu, bolak-balik kesana kemari. Kayaknya semua pekerjaan itu dilakukannya sendiri. Dan anehnya, budaya molor ternyata juga lekat dengan mereka.

 Dua hari ini aku kebagian jadi pembicara. Pertama di acara bedah novel. Dan yang kedua pembicara tentang penulisan blog. Celakanya, dari dua acara itu sama-sama molor sampai dua jam. Astgahfirullahal’adziim. Mau jadi apa dunia ini kalau generasi mudanay seperti ini. OK, aku salut mereka kreatif-kreatif. Tapi masya Allah, waktu…waktu…waktu…. Mereka sama sekali nggak menghargai waktu.

 Di acara pertama, aku dapet jatah acara pukul 10.30. Karena tak ingin mengecewakan pengundang, aku datang pukul 10.01 menit (aku ingat bener, karena setelah dateng, aku langsung cek jam). Tahu acara mulai jam berapa? Pukul 12.10 menit.

 Di acara kedua, setali tiga uang. Aku dijanjiin mulai pukul 12.15. Pukul 11.50 aku dateng. Dan tahu pukul berapa aku mulai? Pukul 13.58. Buseddd.

 Sumpah, sebenernya aku mo marah-marah saat itu. Tapi aku kasihan sama mereka. Lebih dari itu, aku masih menghargai temenku yang memintaku jadi pembicara. Kalo nggak ingat dia, aku mungkin bakal milih pulang dan melakukan pekerjaan lain yang lebih bermanfaat.

 Padahal aku paling benci sama orang yang tidak menghargai waktu. Janjian jam segini datengnya jam segitu. Aku selalu berusaha selalu datang 10 menit lebih awal kalo janjian. Ato kalaupun terlambat, pasti ngasih kabar duluan. Tapi ternyata lebih banyak orang yang menganggap molor itu sebagai budaya yang tidak bisa ditinggalkan.

 Ada beberapa orang pengusaha keturunan China yang mengaku salut dengan ketepatan waktuku. “Luar biasa, anak muda seperti anda selalu datang tepat waktu bahkan lebih awal setiap janjian. Salut-salut,” begitu kata mereka. Lalu saya bilang, saya ingin membuktikan, bahwa orang Indonesia terutama orang Jawa bukan orang yang suka ngaret. Mereka juga bisa tepat waktu.

 Saya sedang tidak menyombongkan diri. Atau kalau memang ada nada itu, saya beristighfar kepada sang maha bisa Allah SWT, karena sesungguhnya hanya Dialah yang berhak menyombongkan diri. Tapi yang saya ingin katakan adalah, bahwa kita sebenarnya bisa membuat perubahan. Ya kita! Orang jawa. Orang Indonesia dan ORANG ISLAM, bisa membuat orang lain menjura hormat pada kita. Caranya komitmenlah untuk menepati waktu. Bukankah kita sudah diajarkan untuk selalu menepati waktu saat suara adzan berkumandang. Setiap hari kita dipanggil untuk beribadah. Lima kali dalam sehari. Jadi kenapa kita tidak bisa menepati untuk hal-hal lain?

 Ayo ubah wajah Indonesia dan Islam. Mulailah dengan tepat waktu.