Ta’aruf, Tapi Tidak Berlanjut November 26, 2008
Posted by ciptabiru in Umum.add a comment
Gambar diambil dari http://halaqohdakwah.files.wordpress.com/2008/07/istri.jpg
“Sorry sobat, kayaknya aku belum mantap. Aku tidak bisa melanjutkan proses ini. Anyway, thank’s buat semangat dan nasehat yang kamu berikan”
Kalimat itu muncul di YM-ku. Aku memuja nama Allah. Segala rahasia adalah kepunyaan-Nya. Kita makhluknya hanya bisa berencana dan berusaha. Keputusannya disesuaikan dengan rahasia yang dipegang oleh yang Maha Gaib.
Setelah melalui proses perkenalan dengan perempuan yang dikenalkan oleh istri sahabatnya, ternyata temanku mengalami kebimbangan. Saya pikir itu adalah hal yang wajar. Tapi ketika kebimbangannya berlanjut, aku bilang padanya bahwa keraguan itu datangnya dari syaiton. Karena itu serahkanlah pada Allah agar diberikan jawaban terbaik.
“OK. Aku akan coba,” katanya.
“Ingat, kadang kita yang penuh masih dipenuhi nafsu ini kerap menganggap sesuatu itu baik dari penampilannya. Padahal Allah punya rahasia sendiri tentang apa yang baik dan apa yang buruk bagi kita. Jalan terbaik untuk memilih adalah menyerahkannya pada Allah. Tapi tentu kita pun harus ikhlas menerimanya,” kataku kemudian.
“Itulah yang kadang masih belum bisa kulakukan sobat. Aku kadang masih belum bisa menerima apa yang mungkin sudah diputuskan Allah padaku. Aku masih tergoda dengan kecantikan dunia, penampilan fisik dan hal-hal yang menempel pada dunia. Karena itu ajarkan aku untuk bisa ikhlas,” pinta temenku.
“Aku tidak bisa mengajarkan. Karena aku sendiri belum bisa melampauinya. Tapi ada satu jaminan dari Allah bagi orang-orang yang ikhlas. Yaitu orang yang mensyukuri nikmatnya, pasti akan diberi tambahan nikmat. Dan orang yang sabar dan senantiasa mendirikan sholat pasti akan tenteram hatinya dan mendapat surga sebagai balasannya,”
Dia terdiam agak lama.
“Apakah aku berdosa jika mengatakan tidak pada perempuan itu?” tanyanya. Seolah mengingatkan aku akan masalah yang sedang kami bahas.
“Itu adalah ikhtiar. Di awal pertemuan kan sudah kita sampaikan, bahwa ini (ta’aruf) adalah bagian dari usaha kita melaksanakan perintah Allah. Kalaupun kemudian belum berjodoh, itu adalah rahasia Allah. Tentunya bila kita sudah berusaha menanyakannya pada sang penguasa rahasia tadi,”
“Tapi aku tidak enak mengatakannya. Aku tidak tega,” katanya lagi.
“Niat kita baik. Kalau memang belum berjodoh, anggaplah ini sebagai usaha menambah saudara,” kataku.
Dan aku yakin, sambungku. Kalau dia memang sekaliber yang diceritakan sahabatmu, dia pasti tahu, bahwa Allah Azza wajalla punya pilihan lain untuknya maupun untuk dirimu. Allah pasti akan memberikan penggantinya. Yang terbaik bagi kalian.
“OK. Besok aku akan mengatakannya sendiri. Mungkin dia memang belum jodohku. Doakan aku ya agar segera menemukan bidadari yang dijanjikan Allah bagiku,” ujarnya.
“Amin ya akhir. Dan ingat, wanita yang baik-baik hanya untuk laki-laki baik-baik,” pesanku.
“Karena itu kita harus menjadi lelaki yang baik,” sambarnya.
Dear God November 15, 2008
Posted by ciptabiru in Umum.add a comment
A lonely road, crossed another cold state line
Miles away from those I love
Purpose hard to find
While I recall all the words you spoke to me
Can’t help but wish that I was there
Back where I’d love to be, oh yeah
Dear God the only thing I ask of you
Is to hold her when I’m not around
When I’m much too far away
We all need that person who can be true to you
But I left her when I found her
And now I wish I’d stayed
‘Cause I’m lonely and I’m tired
I’m missing you again, oh no
Once again
There’s nothing here for me on this barren road
There’s no one here while the city sleeps
And all the shops are closed
Can’t help but think of the times I’ve had with you
Pictures and some memories will have to help me through, oh yeah
Dear God the only thing I ask of you is
To hold her when I’m not around,
When I’m much too far away
We all need that person who can be true to you
I left her when I found her
And now I wish I’d stayed
‘Cause I’m lonely and I’m tired
I’m missing you again oh no
Once again
Some search, never finding a way
Before long, they waste away
I found you, something told me to stay
I gave in, to selfish ways
And how I miss someone to hold
When hope begins to fade…
A lonely road, crossed another cold state line
Miles away from those I love
Hope is hard to find
Dear God the only thing I ask of you is
To hold her when I’m not around,
When I’m much too far away
We all need the person who can be true to you
I left her when I found her
And now I wish I’d stayed
‘Cause I’m lonely and I’m tired
I’m missing you again oh no
Once again
Song by : Avenged Sevenfold
Review, Introspeksi, Revisi : Sebuah usaha menatap masa depan November 13, 2008
Posted by ciptabiru in Umum.2 comments
Happy birthday….
Tak terasa, sudah 29 tahun menikmati hidup. Tinggal berapa tahun lagi ya jatah umurku di dunia ini? Apa yang akan kulakukan untuk mengisi sisa hidup ini?
Rencana-rencana-rencana dan rencana. Selalu buat rencana untuk melalui detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan dan tahun demi tahun. Berharap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun yang akan dilalui lebih baik dari sekarang, tadi, kemarin, minggu lalu, bulan lalu dan tahun lalu.
Memperingati hari lahir adalah moment yang paling tepat untuk mereview apa yang telah dicapai selama setahun belakangan ini. Terutama terkait target yang telah dibuat tahun lalu. Melakuakn evaluasi apa penyebab kegagalan dan merumuskan target yang akan dicapai tahun depan.
Well, tepat hampir setahun lalu, tepatnya pas tahun baru Muharram aku mendapat sebuah pencerahan untuk menentukan target hidup dan menjalaninya. Tapi seiring berjalannya waktu, iman dan ketaqwaan ternyata emang fluktuatif. Aku sadar tak baik menganggap ini sebagai sebuah pembenaran. Yang harus dilakukan justru adalah memperbaiki-memperbaiki dan terus memperbaikinya.
Sholat wajib tepat waktu dan jangan bolong. Sholat sunnah rowatib, sholat duha, sholat malam, puasa daud tanpa putus, khatam Al Qur’an sesering mungkin, memelihara wudhu, tidak menyentuh wanita kecuali muhrim dan menjaga tatap dan sikap. Itu saja yang harus diistiqomahi untuk dilakukan sementara ini. Dan sepanjang praktek itu, juga harus sambil berusaha menambah penghasilan untuk menjamin kelancaran kuliah dua malaikatku.
Tahun depan mungkin masih belum menjadi waktu yang tepat untuk mencari istri. Ya, meskipun sekedar mencari. Karena konsekuensi dari mencari adalah mendapatakn dan konsekuensi dari mendapatkan adalah menikahinya. Sementara tahun depan kelihatannya akan menjadi saat yang berat untuk kantongku. Saya tidak menafikkan pengaturan rizky yang bisa saja datang dari sumber yang bahkan tidak bisa kuduga. Itu rahasia Allah. Tapi melihat kebutuhan tahun depan seperti biaya KKN, biaya penelitian, kostan serta kebutuhan harian dua malaikatku, agaknya itu benar-benar bukan waktu yang tepat untuk sekedar mencari. Tapi semuanya saya kembalikan pada sang pemilik rizky, Allohu ya Rozak.
Khotbah Jumat lalu akan menjadi sesuatu yang harus selalu kuingat. Allah tidak pernah bisa memberikan jaminan akan adanya iman dan taqwa di hati setiap manusia. Manusia sendirilah yang harus selalu mengusahakannya. Rejeki dan pasangan hidup sudah dijaminnya akan diberikan. Tapi tidak dengan keimanan dan ketaqwaan. Saat di akhirat nanti, dua hal itulah yang akan menolong kita.
Oya, setiap memperingati hari lahir, biasanya ada acara makan-makan bersama orang-orang tercinta. Hari ini kayaknya hal itu harus dihilangkan. Selain karena kondisi dompet yang tidak memungkinkan, aku lebih seneng menggunakan uang itu untuk sebuah hal. Membelikan Al Qur’an terjemahan buat si bungsu.
Pas njemput dia Ahad kemarin pasca dia halaqoh, dia bilang semua teman-temannya menggunakan Al Qur’an terjemahan yang kecil dan mudah dibawa kemana-mana. Pas giliran qiro’, dia enjoy melakukannya. Tapi pas giliran mengartikan, dia harus menarik Qur’an milik temannya agar bisa dibaca arti ayat per ayat. Aku bilang, lho, itu di rumah kakak ada Qur’an terjemahan. Tapi dia nggak mau karena terlalu besar dan tebel. Susah membawanya, juga terlalu mencolok. Dia takut riyya. Aku ingin meneteskan air mataku saat itu. Si kecil ini telah tumbuh begitu dewasa. Kadang aku khawatir apakah aku masih bisa menjadi kakak yang selalu memberinya uswah yang khasanah?
Tahun depan, hidup juga mesti lebih tertata dan bermanfaat. Besok muali tinggal di rumah dan lingkungan yang baru. Moment yang tepat untuk memulai segalanya dari nol dan menjalani hidup dengan arah yang jelas.
Jadikan niatku malam ini menjadi kenyataan ya Allah. Amiin
Ta’aruf. Kapan Ya Bisa Melakukannya? November 10, 2008
Posted by ciptabiru in Umum.5 comments
Beberapa minggu ini temenku sedang melakukan proses ta’aruf. Dia dikenalkan seorang akhwat oleh salah seorang temennya. Akhwat itu adalah temen istrinya. Jauh hari, dia memang bilang ingin mencari istri yang sholehah. Karena itu aku usulkan padanya untuk menempuh cara itu. Bukannya sok-sokan niru-niru Ayat-Ayat Cinta. Tapi menurutku, cara itu adalah cara terbaik untuk mendapatkan istri seperti yang diinginkannya.
Setelah mendapatkan CV si akhwat, dia kirim CV itu padaku. Minta pertimbanganku. Aku bilang tak ada masalah dari CV itu. Insya Allah sesuai dengan yang diinginkannya. “Cerdas, terpelajar, dan punya komitmen pada agama dan keluarga,” kataku mengomentari saat chatt.
Sabtu kemarin dia akhirnya melakukan langkah lanjutan dengan mendatangi si akhwat. Tentu dengan ditemani temannya dan istri temannya. Malam sebelumnya, dia minta pendapatku, tentang apa saja yang harus dikatakan, apa saja yang harus ditanyakan dan bagaimana harus bertingkah laku di sana.
”Katakan padanya ini adalah ikhtiar untuk melaksanakan sunnah rosul. Allah lah yang akan menentukan hasilnya. Jangan lupa untuk berniat melakukan itu semata-mata hanya karena Allah,” kataku.
Aku juga memintanya menanyakan segala hal yang ingin ditanyakannya pada si akhwat sepanjang itu masih terkait dengan komitmen berkeluarga, berdakwah dan berjihad di jalan Allah serta hal-hal lain yang masih dalam batas kesantunan. “Hal-hal tentang sifat dan perilakunya bisa ditanyakan pada orang-orang terdekatnya. Bisa saudara, atau sahabatnya,” anjurku.
Kemarin malam, dia melaporkan hasil pertemuan itu padaku. “Aku perlu ngobrol denganmu. Aku butuh nasehatmu,” katanya.
”Kenapa emangnya. Bagaimana hasilnya?” jawabku antusias.
”Justru itulah. Aku ingin minta pendapatmu,”
”Secara umum, dia sempurna. Aku juga cocok dengan komitmennya pada keluarga, agama dan cita-cita bersama. Hanya masih ada satu yang kurang,” bebernya. Aku bertahniah. Memberinya ucapan selamat.
”Keraguan itu datangnya dari Syaiton,” kataku. “Hilangkan itu dengan menyerahkan segalanya pada Allah. Memang apa kekurangannya,” ujarku balik bertanya.
”Fisiknya tidak seperti yang aku bayangkan,” balasnya.
”Kamu ingat kata-kata Biksu Tong dalam serial Kera Sakti. Isi adalah kosong, dan kosong adalah isi,”
”Artinya?”
”Apa yang kita lihat kadang bukanlah yang sebenarnya. Yang paling penting saat kita mencari istri adalah keimanan dan ketakwaan serta komitmennya pada keluarga. Fisik adalah masalah kesekian,”
BUZZ
Tak ada jawaban agak lama. Karena itu aku mengirim bel itu.
”Dalam Al Quran surat Annur ayat 26 Allah sudah memberikan jaminan, bahwa laki-laki yang baik akan diberi wanita-wanita yang baik pula. Jadi kalo kita bisa bersikap, bertindak dan berlaku baik, Insya Allah wanita yang baik pulalah yang akan menjadi pasangan kita,”
Sekarang yang perlu kita lakukan adalah mengintrospeksi diri kita. Apakah sudah baik. Kalau merasa belum, maka jangan terlalu banyak berharap mendapat seseorang yang baik juga.
Mengenai masalah fisik, Nabi memang pernah mengatakan carilah istri yang bagus agamanya, kalau bisa kaya dan cantik parasnya. Tapi sebaik-baik wanita adalah murah maharnya. Jadi menurutku fisik bukanlah segalanya.
”Ya. Aku memang agak picik dalam hal ini,” akunya.
”Aku juga masih ragu dengan masalah keuangan. Memang sich, dia mengaku tak masalah tinggal di kontrakan dan siap mengikuti kemanapun suaminya pergi. Tapi aku tetap merasa takut,” sambungnya.
”Aku kebetulan kemarin baru saja mendengar tausiah bagus nich,” kataku.
”Apa?”
”Pas sholat Jumat di Fatimatuzzahro, sang khotib mengatakan, Allah telah memberikan jaminan rejeki pada tiap makhluk yang diciptakannya. “Dan tidak ada satu binatang melatapun dibumi melainkan Allah-lah yang memberikan rejekinya. (QS. Hud: 6) Jadi jangan takut tak punya rejeki. Yang perlu ditakutkan adalah kalau kita tidak punya keimanan dan ketakwaan. Karena Allah tak pernah menjamin adanya dua hal itu (keimanan dan ketakwaan) di setiap makhluknya. Kamu mestinya beruntung dikenalkan dengan seseorang yang sudah jelas-jelas punya kedua hal itu,” kataku sambil menyitir isi khotbah yang dibawakan Ustad Syarif Baasir Jumat (7/11) lalu.”
”Jadi sekarang apa yang harus aku lakukan?”
”Kembalikan semuanya pada Allah. Karena Dia-lah yang maha mengetahui. Mengetahui apa yang terbaik bagi kamu. Yang terbaik bagi dia (si akhwat) dan yang terbaik bagi kalian. Aku bukannya sok alim, tapi cobalah serahkan semuanya ini pada Allah. Sholatlah Istikharah dengan penuh ketulusan. Insya Allah jawabannya akan segera muncul. Dan bertawakallah untuk semua itu,” jawabku.
Kami kemudian ngobrol ngalor-ngidul mengenai berbagai hal. Mulai dari eksekusi mati trio bom Bali I, kegiatan fitnes yang sedang sama-sama kami jalani sampai analisis kemenangan Obama. Dia bilang akan segera mengabariku tentang keputusannya. Tanpa sepengetahuannya, aku mendoakan agar dia mendapatkan yang terbaik.
Setelah itu, aku merenung sendiri. Jalan itu sudah ditapaki temanku. Aku sendiri yang selalu memberinya nasehat tentang bagaimana mendapatkan istri yang sholehah belum berani menapakinya. Aku selalu bilang, aku akan menikah setelah adik-adikku selesai kuliah. Tapi seandainya Allah memberikan istri besok, lusa atau bahkan di hari lain yang aku tak tahu kapan, Insya Allah aku siap. Hanya saja aku memang belum berani berikhtiar mencari.
Tapi, mereka tidak akan pernah puas…. November 9, 2008
Posted by ciptabiru in Umum.add a comment
Senin (9/11) pukul 00.30 ada sebuah SMS masuk. Isinya begini :
Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Telah berpulang ke haribaan Allah, tiga mujahid pembela panji Islam. Mari kita teruskan perjuangan mereka. Allohu Akbar!..
Aku menundukkan kepala. Sejenak mendoakan ketiga orang itu, agar apa yang mereka lakukan menjadi peringatan bagi saudara-saudaranya dan musuh-musuhnya. Peringatan agar lebih berani menyuarakan kebenaran bagi saudara-saudara seiman. Dan peringatan bagi musuh-musuh Islam, bahwa kita tidak boleh diinjak-injak.
Eksekusi trio bom bali ini memang sarat dengan kepentingan politik. Analogi gampangnya begini. Di Rutan Batu Nusakambangan itu ada beberapa orang yang mendapat vonis mati. Tapi setelah sekian tahun, atau bahkan puluhan tahun, mereka tak kunjung dieksekusi.
Tapi karena tekanan Amerika, Inggris dan Australia, eksekusi mati ketiga warga negara Indonesia itu anehnya cepat sekali dilaksanakan. Padahal ada novum yang menyatakan bahwa bom di Pady’s Cafe dan Sari Club itu adalah bom thermo nuklir. Bom yang tidak mungkin dibuat di Indonesia karena bahannya tidak ada. Negara-negara yang punya akses untuk membuatnya paling mungkin adalah Australia, Inggris dan Amerika.
Kaitkan dengan war on terorism-nya George W Bush (laknatulloh ‘alaih). Dia butuh legitimasi untuk membuat citra Islam sebagai agama yang jahat. Menghalalkan pedang dan senapan untuk mencapai tujuan. Karena itu layak ditempeli cap sebagai teroris. Setelah itu dia akan mendapat legitimasi masyarakat dunia untuk menghancurkan Islam dan simbol-simbol kekuatan Islam yang berjuang melawan kebengisan mereka (Amerika and the gank)
CIA dan agen intelejen Inggris tahu benar kapan bom milik trio bomber itu akan meledak. Mereka telah dengan sangat detil memperhitungkannya. Sehingga ketika mereka menembakkan missil berisi hulu ledak mikro nuklir, ledakannya akan bersamaan dengan efek yang sangat hebat.
Mereka sukses membuat opini publik bahwa trio bomber itu adalah teroris. Mereka sukses menggiring pemikiran masyarakat, bahwa teroris itu adalah orang Islam yang fanatik. Sehingga menimbulkan ketakutan orang untuk fanatik pada agama rahmatan lili ‘alamin ini.
Tapi mereka tidak akan berhenti sampai di sini. Indonesia adalah negara Muslim terbesar di dunia. Indonesia adalah target yang harus dihancurkan, meskipun mungkin belum dengan cara langsung seperti halnya Irak, Afganistan, Siria, Somalia, atau yang mungkin segera akan dilakukan adalah Iran. dan di Indonesia ini, masih ada jutaan Amrozy, Mukhlas dan Imam Samudra.
Karena itu, mereka tidak akan pernah puas. Sebelum agama pembawa keselamatan ini bisa dihancurkan. Na’u dzubillahi mindzalik…
(salah satu kader) PKS oh PKS….. November 1, 2008
Posted by ciptabiru in Umum.1 comment so far
Saya pikir, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah berhasil mencitrakan dirinya sebagai partai yang bersih dan berbeda. Partai yang peduli dengan ummat dan partai yang hanya berjuang lillahi ta’ala. Setidaknya, itulah penilaian saya selama ini. Sampai siang tadi aku menemukan fakta bahwa orang-orangnya ternyata tak berbeda dengan politikus yang lain. Opportunis dan hanya mementingkan kepentingan dirinya sendiri dan partainya.
Tadi siang aku diajak rekanku untuk berbicara dengan anggota dewan dari partai berlogo bulan terbelah dengan padi di tengah ini. Mungkin lebih tepatnya adalah berunding. Tapi aku tidak mau mengatakannya seperti itu.
Ceritanya CV temenku dipakai oleh temenku yang lain untuk mengikuti proyek pengerjaan e-gov-nya DPRD. Aku sendiri sebenarnya tidak ikut dalam struktur CV itu. Selain karena aku tak mudeng, hal semacam ini juga berbahaya bagi pekerjaanku. Aku pernah di SP karena mengerjakan sesuatu di luar pekerjaanku meskipun tak saling mengganggu. Tapi aku merasa harus membuktikan sendiri kata-kata temenku yang menyatakan bahwa saingannya (orang PKS itu) katanya minta kita mundur atau kalau tidak, dia akan minta sejumlah uang lelah.
Nah, si kader partai yang dulu bernama partai keadilan ini ternyata juga jadi broker untuk CV rekannya. Dengan segala keunggulan taat azas yang kami pakai, sebenarnya kami sudah jelas menang. Namun entah apa dasar alasannya, dia minta rembugan untuk menentukan siapa yang bakal jadi penggarap.
Dari analisisku, sebenarnya temenku pasti menang. Sebab, selain harga yang ditawarkannya lebih murah, temenku juga menyertakan risalah akademik sebagai bagian tak terpisahkan dari proyek ini, seperti yang diamanatkan dalam inpres mengenai pengadaan e-gov.
Namun orang yang selama ini aku sanjung karena dari PKS itu, ternyata melesat jauh dari anggapanku. “Saya minta tolong lah mas. Anda tahu kan posisi saya. Saat ini saya sedang dianggap sebagai orang bodoh di partai saya. Bodoh karena tidak bisa mencari uang untuk partai. Karena itu, saya mohon. Biarkan saya yang menggarap proyek ini agar saya dapat membuktikan pada partai saya bahwa saya bisa,” ujarnya.
Aku langsung membatin. Jadi ini alasan orang ini. Picik sekali. Demi partainya dan demi pembuktian dirinya sendiri. Saya langsung beristighfar di dalam hati. Ternyata seperti ini orang yang selama ini aku percayai sebagai orang yang bersih.
”Saya tahu lah anda itu idealis. Tapi itu hanya terjadi di langit mas. Ini adalah kehidupan yang sesungguhnya. jadi jangan terlalu kaku,” ujarnya jumawa. Aku merasa sangat direndahkan oleh ucapannya.
Kalimat kedua ini sungguh membuatku merasa ditampar. Saya semakin tidak percaya kata-kata itu keluar dari mulut orang yang selama ini sangat saya hormati karena berada di institusi yang juga saya hormati dan kagumi.
”Maaf pak. Anda boleh bilang kami orang-orang langit yang sok idealis. Asal bapak tahu. Sejak temen saya diajak untuk ikut proyek ini, dia sudah punya satu komitmen. Yaitu harus taat aturan yang berlaku. Jangan berani macem-macem karena ini adalah duit masyarakat. Dosa besar kalau kita mengakali duit yang kemungkinan juga menjadi hak anak yatim dan fakir miskin ini untuk kepentingan pribadi,” semburku.
Dia terlihat mengatupkan mulut dan rahangnya.
”Saya tidak akan merampok rejeki yang menjadi milik orang lain. Insya Allah, kalau rejeki itu memang bukan hak kami, kami tidak akan menuntutnya. Hanya saja. Kalau memang rejeki itu masih bukan milik siapa pun dan kami masih mampu mengusahakknya. Kami akan mengusahakannya. Dan tentunya dengan cara yang tidak melanggar hukum dan aturan. Jadi kalau memang anda mau fair, ayo kita maju secara fair. Jangan menggunakan cara-cara seperti ini,” ujarku lagi. Aku merasa mukaku sudah merah padam saking marahnya dengan pernyataanya.
”Asal anda tahu, apapun hasilnya, Insya Allah kami akan terima. Kalau ternyata anda yang diterima, ya kami terima dengan penuh rasa syukur. Toh kami sudah berikhtiar. Kalau Allah menentukan anda pemenangnya, ya kami terima.
Aku tahu dia kelihatan sangat tersinggung dengan ucapanku.
”Satu hal lagi. Orang-orang yang tadi anda katakan sebagai orang langitan, itu bukan satu hal yang mustahil untuk dilakukan,” tandasku.
”Saya cuma minta tolong sekali ini saja mas. Sesudah itu, terserah proyek itu mau kalian lanjutkan seperti apa saya tidak akan ikut campur.”
Saat itu juga hancur lebur seluruh kekaguman dan rasa hormat saya pada beliau. Saya pun kemudian berpikir, apakah sekarang ini semua orang di partai yang kental dengan nuansa dakwah dan Islam ini seperti itu semua?
Di rumah aku beristighfar berulang kali. Semoga dia adalah satu-satunya orang yang melakukan hal itu. Semoga Allah melindungi keistiqomahan orang-orang yang berjalan di jalan Allah.
Aku sempat menitikkan air mata. Teringat ketika akan berangkat, aku sudah membaca tujuh kali surat alfatihah. Memohon kepada Allah, agar kami semua ditunjukkan jalan yang lurus. Jalan yang diridloi Allah seperti juga jalan yang telah ditempuh oleh orang-orang terdahulu yang diberi berkah oleh Allah.
Tapi ternyata yang aku temui adalah seorang politikus yang sama saja dengan politikus lainnya. Mau mengkhalalkan segala cara agar tujuannya tercapai. Na’udzubillahimindzalik.




