jump to navigation

Ta’aruf, Tapi Tidak Berlanjut November 26, 2008

Posted by ciptabiru in Umum.
add a comment

istri1

Gambar diambil dari http://halaqohdakwah.files.wordpress.com/2008/07/istri.jpg
“Sorry sobat, kayaknya aku belum mantap. Aku tidak bisa melanjutkan proses ini. Anyway, thank’s buat semangat dan nasehat yang kamu berikan”
Kalimat itu muncul di YM-ku. Aku memuja nama Allah. Segala rahasia adalah kepunyaan-Nya. Kita makhluknya hanya bisa berencana dan berusaha. Keputusannya disesuaikan dengan rahasia yang dipegang oleh yang Maha Gaib.
Setelah melalui proses perkenalan dengan perempuan yang dikenalkan oleh istri sahabatnya, ternyata temanku mengalami kebimbangan. Saya pikir itu adalah hal yang wajar. Tapi ketika kebimbangannya berlanjut, aku bilang padanya bahwa keraguan itu datangnya dari syaiton. Karena itu serahkanlah pada Allah agar diberikan jawaban terbaik.
“OK. Aku akan coba,” katanya.
“Ingat, kadang kita yang penuh masih dipenuhi nafsu ini kerap menganggap sesuatu itu baik dari penampilannya. Padahal Allah punya rahasia sendiri tentang apa yang baik dan apa yang buruk bagi kita. Jalan terbaik untuk memilih adalah menyerahkannya pada Allah. Tapi tentu kita pun harus ikhlas menerimanya,” kataku kemudian.
“Itulah yang kadang masih belum bisa kulakukan sobat. Aku kadang masih belum bisa menerima apa yang mungkin sudah diputuskan Allah padaku. Aku masih tergoda dengan kecantikan dunia, penampilan fisik dan hal-hal yang menempel pada dunia. Karena itu ajarkan aku untuk bisa ikhlas,” pinta temenku.
“Aku tidak bisa mengajarkan. Karena aku sendiri belum bisa melampauinya. Tapi ada satu jaminan dari Allah bagi orang-orang yang ikhlas. Yaitu orang yang mensyukuri nikmatnya, pasti akan diberi tambahan nikmat. Dan orang yang sabar dan senantiasa mendirikan sholat pasti akan tenteram hatinya dan mendapat surga sebagai balasannya,”
Dia terdiam agak lama.
“Apakah aku berdosa jika mengatakan tidak pada perempuan itu?” tanyanya. Seolah mengingatkan aku akan masalah yang sedang kami bahas.
“Itu adalah ikhtiar. Di awal pertemuan kan sudah kita sampaikan, bahwa ini (ta’aruf) adalah bagian dari usaha kita melaksanakan perintah Allah. Kalaupun kemudian belum berjodoh, itu adalah rahasia Allah. Tentunya bila kita sudah berusaha menanyakannya pada sang penguasa rahasia tadi,”
“Tapi aku tidak enak mengatakannya. Aku tidak tega,” katanya lagi.
“Niat kita baik. Kalau memang belum berjodoh, anggaplah ini sebagai usaha menambah saudara,” kataku.
Dan aku yakin, sambungku. Kalau dia memang sekaliber yang diceritakan sahabatmu, dia pasti tahu, bahwa Allah Azza wajalla punya pilihan lain untuknya maupun untuk dirimu. Allah pasti akan memberikan penggantinya. Yang terbaik bagi kalian.
“OK. Besok aku akan mengatakannya sendiri. Mungkin dia memang belum jodohku. Doakan aku ya agar segera menemukan bidadari yang dijanjikan Allah bagiku,” ujarnya.
“Amin ya akhir. Dan ingat, wanita yang baik-baik hanya untuk laki-laki baik-baik,” pesanku.
“Karena itu kita harus menjadi lelaki yang baik,” sambarnya.