jump to navigation

Untuk Sebuah Nama Maret 15, 2009

Posted by ciptabiru in Umum.
add a comment

Juni, teman sekantorku lagi bingung mencari nama buat dua calon anaknya. Katanya, cari nama satu aja mumeti, apalagi nyari buat dua. Banyak ide yang muncul dari aku dan temen. Mulai dari yang bergaya barat-baratan sampai yang bahasa sanskerta. Tapi tak satupun yang cocok untuknya.
Aku kemudian melihat ke diriku. Namaku pendek dan seolah tak serius. Banyak temen-temenku yang suka ketawa begitu denger namaku.
“Bener itu nama asli?” tanya mereka nggak percaya.
“So simple dan unik yach,” sambung mereka
Aku jadi ingat, saat aku kelas empat dan lima SD, itu adalah saat-saat aku paling tidak PeDe dengan nama yang diberikan ayahku. Aku selalu protes ke ayahku setiap pulang sekolah. Kenapa namaku cuma terdiri dari lima huruf. Tambahin namanya biar lebih banyak huruf seperti temen-temen. Begitu setiap hari rengekanku. Tapi ayahku selalu menganggap omonganku sambil lalu. Baginya, namaku yang sekarang melekat di KTP, SIM, KK dan identitas lain itu adalah hal terbaik yang pertama kali diberikannya padaku.
Then the time goes on. Lama-kelamaan aku mulai menikmati namaku yang kata temen-temenku unik dan simple banget itu. Aku adalah satu dari hanya dua orang yang namanya berawalan C di SMA. Karena itu semua guru hampir mengetahui kami berdua. Pun begitu, aku tak tahu pasti sebenarnya apa makna namaku.
Saat kuliah, aku bahkan sangat menikmati mempunyai nama yang unik itu. Dan setiap ada orang yang menanyakannya, aku selalu bilang “that’s my name” dengan bangga. Maafkan aku Yah, dulu mungkin aku sering protes karena memang pengaruh temen-temenku. Maklum lah, aku kan masih anak-anak waktu itu.
Beberapa waktu lalu, iseng-iseng nyobain kamus bahasa Arab lewat internet. Aku masukkin namaku di situ. Dan Subhanallah..Ternyata namaku begitu dalam maknanya. CINTAKU. Begitu yang tertulis di kolom bahasa Indonesia.
Aku membayangkan betapa romantisnya ayahku pada ibuku. Betapa romantisnya ayahku pada kekasih sejatinya. Dia menandai rasa cintanya pada sang pemilik hidup (kekasih sejatinya), pada istrinya dan pada anak lelaki keduanya ini dengan sebuah nama yang sangat dalam maknanya. Nama yang kini meresap ke seluruh sel dalam tubuhku. Nama yang kini mengejawantah dalam setiap gerak dan sifatku. Nama yang menginspirasiku untuk mewujudkan maknanya menjadi nyata.
Nama adalah doa. dan aku berharap, selamanya doa ayahku akan menjadi nyata. Aku akan selalu dipanggil CINTAKU oleh semua orang. Aku akan menjadi orang tercinta bagi orang-orang di sekelilingku. Aku menjadi orang terkasih bagi setiap makhluk.
Dan lebih dari itu, semoga aku kelak akan dipanggil dengan suara merdu “CINTAKU” dari Kekasih Hati yang selalu kubisikkan namanya ratusan kali setiap hari. Yang Maha memiliki Kasih. Yang CintaNya tiada banding di alam semesta. Yang kasihNya tak pilih-pilih pada setiap makhlukNya.
Allahu ya Rohmanur Rohim……..