jump to navigation

Berdakwah dengan FB…. Januari 9, 2011

Posted by ciptabiru in Umum.
trackback

chat with my friend

Aku membenci orang-orang zionis Israel seperti saudara-saudaraku di Palestina sana. Mungkin tidak dalam artian serupa, tapi paling tidak Aku ingin berjuang bersama mereka, dengan apapun yang bisa Aku lakukan dari sini, dari Indonesia.

Malam ini Aku terlibat chating dengan salah satu sahabatku, seorang perempuan keturunan timur tengah. Aku tidak tahu dari Arab sebelah mana keluarganya berasal, tapi hidung mancung dan matanya yang indah masih sangat kental menunjukkan bahwa dia adalah salah satu keturunan dari orang yang berasal dari tanah para nabi itu.

Well, persahabatan kami sudah berlangsung setidaknya 12 tahun atau mungkin kurang. Aku ingat saat pertama kali melihatnya berdebat dengan kelompokku di awal masuk kuliah pada acara ospek tahun 1999. She’s a good presentator. Semua mata memandang dia, dan  terbius oleh kelihaiannya memilih kata dan merangkaikannya menjadi kalimat.

Belakangan baru kuketahui, sebagian besar laki-laki yang ada di ruangan itu lebih terkagum-kagum oleh kecantikannya. Kemahirannya berbicara menjadi nilai plusnya. Dan hampir semua orang membicarakannya setelah itu.

Aku tidak begitu antusias membicarakannya. Bukan karena tak tertarik dengan paras ayunya, tapi lebih karena kelompokku kalah dalam perdebatan. Padahal aku adalah pembisik utama dari presentator dari kelompokku. Karena itu aku memilih membuat garis merah, untuk tidak dekat-dekat dengan dia.

Tapi waktu kemudian mengarahkan kami justru untuk saling mendekat. Dia  menjadi pacar sahabatku. Dan dengan sendirinya aku pun jadi dekat dengannya. Keluh kesah mereka kerap tertumpah di kepalaku. Dalam beberapa hal, kadang aku merasa lebih  tahu tentang dia daripada sahabatku. Itu karena aku tak punya perasaan yang mungkin dimiliki sahabatku.

Diskusi-diskusi seru selalu terjadi saat bersamanya. OK, dia  memang lebih pintar dengan IPK yang jauh di atasku. That’s why dia selalu terlihat ingin mendominasi dengan literatur yang pernah dibacanya. Sementara aku lebih senang menggeluti dunia jurnalistik kampus yang sudah membuatku jatuh cinta. Dengan alasan tak ingin membuatnya kecewa, aku selalu berusaha membiarkannya menang.

Tapi malam ini semuanya terasa lain. Kami berdebat dengan sengit. Sebenernya masalahnya sepele. Hanya karena FB alias Facebook. Aku bilang tak memiliki account saat dia menyuruhku mengecek gambar anaknya yang dipasangnya di FB, dan dia bertanya mengapa. Tapi saat kuberitahu alasanku tak memiliki account situs jejaring sosial itu, dia malah tersinggung. Menganggapku menceramahinya dan sesuatu yang jelas-jelas tak kumaksudkan begitu.
Here’s the chat we made just a few hour ago

Sahabatku: Change subject
Aku: OK, what about U’re Son
Sahabatku: Nothin so special
Aku: Dewi, Andi, Iid just have told me about his/her baby
Aku: wew..?
Aku: he’s an attractive boy, didn’t he?
Sahabatku: well u can browse my fb rite
Aku: I think everyday’s gonna be a special day with him by your side
Sahabatku: Alhamdulillah
Aku: I have no FB
Sahabatku: Oo
Aku:
Aku: seem’s freak hmm..?
Sahabatku: Nope..
Sahabatku: Why should?
Sahabatku: Alright..so whose u r gonna marry with?
Aku: every click we made to FB, it’s make money to Mark
Sahabatku:
Aku: I don’t know yet
Sahabatku: Sooo…
Aku: i’m just searching
Aku: to find
Sahabatku: Look @ the bright side hun
Sahabatku:
Aku: a real muslimah
Sahabatku: Ooo shit chubiiiii
Aku: mark is one of the biggest donateur of Israel
Sahabatku: Ur just toooo scared to propose!!!!
Sahabatku: Sorryyyyy
Aku: i know that
Sahabatku: Abis udh kesel.. Sm luuuu
Aku: thankyou untuk kesel
Sahabatku: Udh ga usah nyeramahin deh..
Aku: it’s mean i still have a real friend like you
Aku: nggak papa sumpah
Sahabatku: Klo dirimuh kesel ma Mark
Sahabatku: Ya gw tau
Sahabatku: Kok
Sahabatku:
Sahabatku: Nih ya ta kasih tau..
Aku: yg soal, FB, biar jadi masalahku sama Mark
Sahabatku: Kalo lu dah berani ngelamar what u say AREAL mUslimah.. Baru lu blh nyeramahin gw
Sahabatku:  gimana stuju????
Aku: Insya Allah..
Sahabatku: Rrrasanya percuma bi..
Aku: bagian yang mana?
Sahabatku: Klo masiiiiii aja takut.. Sama aja seperti ngga punya tuhan
Sahabatku: Bagian si mark itulah
Sahabatku: Kita fban kan buat nyambng silaturahim
Aku: amin
Sahabatku: Malah ada grup g namanya kembang anggrek.m itu sering banget kasih pencerahan ttg islam
Sahabatku: Nah klo emng dollar yg didapat mark itu dipake buat israel
Sahabatku: Ya itu urusan dia ma Allah
Aku: aku setuju, dan tidak akan mendebat. Biarlah mark menjadi urusan saya sama Allah juga
Aku:
Sahabatku: Org wkt itu aja kbrnya segala merk unilever kan dipake buat nyumbang israel
Aku: emang, karena itu aku jg nggak pake Unilever juga
Sahabatku: Trus tapi lu masi pake pepsodent, dan teman2nya kan?
Aku: and cocacola
Sahabatku: Isn’t that just about the same things?
Sahabatku: ??????•?OK??•?? apa lagi yg ga lu pake?
Aku: TV
Aku: aku tidak punya
Aku: kalo celana dalam, aku selalu pake. Sumpah
Sahabatku: . Kirain clana dalam jg jait sendiri kali
Aku: buatan Garut
Sahabatku: Syapa taw. Serupiahnya jg buat nyumbang israel lho bii
Sahabatku: Hati2…
Sahabatku: Anyway… Lakum diinukum waliyaDdiin..
Aku: itu untuk urusan ibadah
Aku: untuk urusan persaudaraan, satu sakit, maka yang lain ikut sakit
Aku: kayaknya topik ini tidak membuat kamu nyaman…ganti topik aja
Aku: masalah keyakinan, kadang tidak bisa diperdebatkan karena perbedaan pandangan
Aku: bagaimanapun aku tetap dan akan selalu menghormatimu
Aku: seperti saat pertama kali melihatmu 12 tahun lalu
Aku: di ruang seminar lantai 3
Aku: fakultas Peternakan Unsoed
Sahabatku: Terimakasih..
Sahabatku: Aku juga kok
Sahabatku: Tenang aja..
Sahabatku: Kepala boleh berbeda..hati tetap teman
Aku: that’s the way aha..aha..I like you…

That’s all. Sebenernya masih banyak yang kita bicarakan. Tentang kegalauanku ketika berpisah dengan malaikat kecilku. Tentang rencanaku tinggal dimana saat di Jakarta. Dan tentang kewajibanku untuk mengunjunginya saat sudah di ibukota.

Anyway, nomatter what happen to the world, she’s still one of the best friend i have.  I wil always love her like the love i give to my sister. Seperti juga dengan sahabat-sahabatku  yang lain, kita kadang beradu pendapat dan bersitegang dengan pendirian kita masing-masing.

Tapi aku tidak akan mengubah sikap. Membenci zionis israel adalah komitmen dan pilihanku sebagai seorang muslim yang tak mau saudara seimannya dibantai dan dimusnahkan dari muka bumi. Sedang menjadi saudara dan berbagi cinta dengan sahabat2ku adalah bagian lain yang memang harus selalu kujaga.

Mengalahkan Zionis bisa dilakukan dengan berbagai cara. Aku memilih tidak membuat mereka semakin kaya dengan memboikot produk-produk mereka. Bagiku, lebih baik menjadi bersih untuk menolong saudara-saudara seiman kita, daripada berdakwah di atas genangan darah mereka karena masih menggunakan produk2 para zionis.

Aku tidak tahu apa yang akan aku sampaikan pada Allah saat Dia menunjukanku betapa setiap klik yang kita buat pada facebook atau setiap rupiah yang ketap sesap dari Cocacola ternyata berubah menjadi peluru dan bom yang membunuhi saudara-saudaraku di Palestina sana.

Begitu banyak pilihan untuk berdakwah, kenapa kita harus menggunakan cara yang jelas-jelas secara langsung dan tidak langsung menguntungkan musuh-musuh Islam? ………….

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.