jump to navigation

Hunting Foto Oldiest dan Melampiaskan Narcisme Maret 7, 2008

Posted by ciptabiru in Sejarah, Umum.
add a comment

Hari kedua di kota Kembang, aku habiskan untuk hunting foto. Yupz! Ribuan geudng tua yang jadi saksi sejarah pendudukan Belanda adalah objek yang sangat menarik untuk diabadikan dalam bingkai-bingkai cahaya. Karena itu, begitu subuh telah lepas, aku sudah bersiap berkeliling seantero Bandung.
Jalan Asia-Afrika menjadi tujuan utamaku. Selain karena paling dekat dengan tempat aku tinggal, di jalan ini juga berjibun bangunan tua yang nilai sejarahnya sudah tak diragukan lagi. Ada hotel Svoy Homman, pertokoan China, gedung Boscha, studio foto Goodland dan tentu saja gedung tempat diselenggarakannya konferensi negara-negara dunia ketiga di Asia dan Afrika. Sekarang gedung itu diberi nama Gedung Merdeka.
Selain memotret keeksotisan bangunan dari beton ini, aku juga melampiaskan hasrat narcisku dengan berjeprat-jepret menggunakan latar gedung-gedung tersebut. Sumpah, kalo di kota sendiri, aku pasti bakalan nehi-nehi alias males setengah mati. Tapi berhubung ini di kota spesial dan waktu yang spesial, makanya aku cuek aja. “Kan nggak ada yang kenal. Ngapain juga pake malu,” batinku. Lagian, ternyata nggak cuma aku yang berbuat begituan. Banyak orang-orang yang sengaja berfoto ria mengabadikan moment dan keelokan gedung bersejarah tersebut.
Dari Asi-Afrika, aku melanjutkan perjalanan ke arah utara. Di sini sempet motret juga gedung pertemuan yang kemarin sempat menewaskan sepuluh anak underground saat konser. Sayang, pas mo narcis lagi, ternyata lagi ada shooting film di situ. Jadi mending batal aja.
Perjalanan pun aku lanjut ke arah utara. Braga is my next destination. Di ujung jalan ini, gedung bersejarah tempat kantor berita Antara seakan menyapa setiap pengunjung yang ingin memasuki jalan bersejarah ini. Kalo aku bilang, nih jalan udah bukan kayak di Indonesia lagi. Semua bangunannya Eropa banget. Bahkan toko-tokonya pun mirip banget dengan gaya toko-toko dio Eropa sono yang sering aku liat di TV. Dan udah bisa ditebah sendiri lah. Aku pastinya nggak bakalan mau melewatkan moment dan background super keren ini sebagai tempat untuk melampiaskan hasrat narcisku (he..he…he..)
Abis puas menelusuri Braga, aku lanjut ke gedung Indonesia menggugat. Di sini aku seperti bisa melihat Soekarno yang berpidato menggugat Belanda lewat orasi kerennya juga berjudul Indonesia Menggugat. Abis itu, aku ke Gereja Bethel. Bukan buat beribadah tentunya, tapi mengabadikan keeksotisan bentuk bangunannya. Gedung Bank Indonesia menjadi sasaran berikutnya. Setelah itu, tentu saja adalah Gereja Katedral yang ada di seberangnya. Menaranya yang menjulang dengan hiasan atap berbentuk pyramid membuatnya kelihatan megah.
Gedung sate adalah sasaran terakhir. Sayang. Pas mo narcis lagi, ternyata lagi ada demo mahasiswa KAMMI dan HMi yang menuntut pembebasan Palestina dan menghancurkan Yahudi si teroris itu. Aku si salut banget sama tema yang diusung mereka. Itu juga cita-cita yang ingin selalu aku wujudkan. Membebaskan Palestina dari cengkeraman si keparat Yahudi dan menghancurkan negara zionist itu agar hilang dari peta dunia.
Karena hari sudah menjelang Jumatan, akhirnya aku akhiri perburuan hari ini. Sebenarnya masih banyak objek yang pengin kudatangi. Tapi waktunya nggak nyukup. Tapi aku berjanji, saat ada kesempatan lagi, aku pasti akan kembali.